Selasa, 02 Desember 2008

ADAB-ADAB BERTAMU

Berikut adalah beberapa adab yang berkaitan dengan orang yang menjadi tuan rumah Atau orang yang menjadi tamu :

  1. Mengundang orang – orang yang bertakwa, tidak perlu mengundang orang-orang yang fasik.
  2. Mengundang orang-orang miskin, jangan hanya mengutamakan orang yang kaya.
  3. Tidak boleh meremehkan dan lupa mengundang sanak kerabat dalam pertamuan karena dapat menyebabkan keretakan dan terputusnya hubungan silaturrahim. Undangan berikutnya ditujukan kepada teman-teman dan kenalan.
  4. Undangan tidak boleh dengan Maksud untuk pamer dan membanggakan diri.
  5. Jangan mengundang orang yang sebenarnya sulit dan berat untuk datang karena sebab-sebab tertentu, atau kedatangannya membuat hadirin menjadi tidak enak hati.
  6. Adab memenuhi undangan : Jika undangan Walimatul Ursy, maka wajib datang jika yang mengundang adalah orang muslim. Jika selain walimahtul ’ursy, boleh datang dan boleh pula tidak datang jika ada sebab yang menghalangi.
  7. Undangan tidak perlu ditolak hanya karena alasan sedang berpuasa. Jika sedang puasa sunnah, lalu tahu bahwa saudaranya mengundangnya dan akan merasa gembira jika dia makan, maka dia boleh makan dan membatalkan puasanya.
  8. Jika diketahui bahwa makanan yang dihidangkan adalah haram, undangan boleh ditolak. Begitupun jika diketahui bahwa bejananya termasuk yang diharamkan, ada gambar-gambarnya, atau yang mengundangnya adalah orang dzalim, fasik, perilaku bid’ah, dan ingin membanggakan diri dengan undangan itu.
  9. Jangan berniat mendapatkan makanan jika memenuhi suatu undangan, tetapi harus diniatkan untuk mengikuti sunnah, karena hendak menghormati saudaranya sesama mukmin yang mengundang.
  10. Bersikap tawadhu’ dalam majelis tuan rumah, tidak mengambil tempat di depan, jika tuan rumah menunjuk suatu tempat tertentu dia tidak boleh melampauinya.
  11. Tidak selalu memandang kepada tempat keluarnya makanan, karena sikap ini menunjukkan kerakusan.
  12. Jika para tamu hendak pulang, tuan rumah harus mengiringi kepulangan mereka hingga pintu. Ini termasuk sunnah dan penghormatan kepada tamu. Akan lebih baik jika diiringi dengan wajah yang berseri, perkataan yang manis saat menyambut kedatangan, saat bersantap, dan saat melepas kepulangan tamu.





    Sumber : Minhajul Qashidin : Ibnu Qudamah
    (Bab : Adab Kebiasaan Sehari-hari)

Tidak ada komentar: