KEUTAMAAN SHOLAT TEPAT WAKTU & BERJAMAAH
Sebagian ulama berkata seperti disebutkan dalam sebuah hadits, " Barang siapa menjaga shalatnya, maka Allah SWT. akan memuliakannya dengan lima perkara:
1.Allah SWT. akan mengangkat kesempitan hidup darinya,
2.Menyelamatkannya dari azab kubur,
3.Allah memberinya catatan amal dari tangan kanan,
4.Dia akan melintasi shirat secepat kilat,
5.Dia akan masuk surga tanpa hisab.
Dan barang siapa melalaikan shalatnya, maka Allah akan menyiksanya dengan 15 siksaan. 5 siksaan akan diberikann di dunia, 3 ketika mati, 3 didalam kubur, dan 3 ketika keluar dari kubur. 5 Azab yang akan ditimpakan didunia, yaitu:
1. Akan dicabut keberkahan umurnya,
2.Ciri-ciri keshalehan akan dicabut dari wajahnya,
3.Setiap amalan yang dilakukannya tidak diberikan pahala oleh Allah SWT.,
4.Doanya tidak akan diangkat ke langit,
5.Tidak akan mendapat bagian dari doa orang-orang yang shaleh.
Adapun musibah yang akan menimpanya ketika akan mati, yaitu:
1.Dia akan mati dalam keadaan hina,
2.Dia akan mati dalam keadaan lapar,
3.Dia akan mati dalam keadaan haus sehingga walaupun diberi air minum sepenuh lautan, tidak akan menghilangkan rasa hausnya.
Adapun azab yang akan ditimpakan di alam kubur yaitu:
1.Kubur akan menyempit baginya sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan,
2.Akan dinyalakan api di dalam kuburnya sehingga dia akan digulingkan- gulingkan di atasnya siang dan malam,
3.Allah SWT. akan memasukkan ular ke dalam kuburnya yang bernama Syuja'ul Aqra, dan ular itu akan menguasainya. Kedua matanya terbuat dari api dan kukunya dari besi. Panjang setap kukunya adalah sehari perjalanan. Dia akan berkata kepada si mayit," saya adalah Syuja'ul Aqra" Suaranya bagaikan petir yang menggelegar. Iqa berkata lagi,"Rabb ku telah perintahkan aku untuk memukulmu karena melalaikan Shalat Shubuh sampai terbit matahari, dan memukulmu karena melalaikan shalat Zhuhur sampai Ashar, dan memukulmu karena melalaikan shalat Ashar sampai matahari tenggelam, dan memukulmu karena melalakan shalat Maghrib sampai masuk waktu Isya, dan shalat Isya sampai masuk waktu Shubuh. Setiap kali ia memukulnya sebanyak satu kali pukulan, maka ia akan terbenam ke bumi sedalam 70 hasta. Dia akan senantiasa disiksa sampai hari kiamat.
Adapun musibah yang menimpanya ketika ia keluar dari kubur dan dibangkitkan pada hari kiamat adalah:
1.Hisabnya sangat keras,
2.Allah akan marah padanya,
3.Masuk ke dalam neraka Jahannam.
Di dalam satu riwayat disebutkan bahwa pada wajahnya tertuls tiga baris tulisan yang berbunyi:
1.Wahai yang menyia-nyiakan hak Allah,
2.Wahai yang dikhususkan dengan kemaarahan Allah,
3.Sebagaimana kamu telah menyia-nyiakan hak Allah di dunia, maka pada hari ini engkau akan berputus asa dari Rahmat Allah.
( Di kutip dari kitab Fadhilah Amal Oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi rah.a., Bab tentang 'Ancaman Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat', hal.35,penerbit pustaka Ramadhan anggota Ikapi No.070/JB 1993)
Sabtu, 29 November 2008
CINTA SEORANG IBU KEPADA ANAK DURHAKA
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang , Namun ia sering berdoa memohon kepada Allah : "Ya Allah, tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Allah "Ya Allah,.... ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya".
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Allah SWT.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah. Tahukah anda apa yang terjadi???????
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata.
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya. Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Allah SWT bagi kita di dunia ini. Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita. Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.
Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai & dicintai, itu hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga
Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang , Namun ia sering berdoa memohon kepada Allah : "Ya Allah, tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Allah "Ya Allah,.... ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya".
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Allah SWT.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah. Tahukah anda apa yang terjadi???????
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata.
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya. Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Allah SWT bagi kita di dunia ini. Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita. Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.
Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai & dicintai, itu hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga
Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali
IBUKU TELAH BERBOHONG
DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU DALAM HIDUPNYA
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akanmembuat manusia terpuruk dalam penderit
aan yang mendalam, tetapi......kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seoranganak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsinasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANGPERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkanwaktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalumenggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengancepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolahku dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, Sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidakcapek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani kupergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kitapun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besarmaupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihatkehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Sayapunya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerjadi perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baikhati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkatakepadaku "Akutidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh diseberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang airmata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Akutidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercintamenutup matanya untuk yang terakhir kalinya.Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasatersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba Kita pikir-pikir.........., sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kitayang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli denganpacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila disamping kita.Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kitasudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi...............
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" dikemudian hari.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akanmembuat manusia terpuruk dalam penderit
aan yang mendalam, tetapi......kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seoranganak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsinasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANGPERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkanwaktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalumenggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengancepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolahku dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, Sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidakcapek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani kupergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kitapun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besarmaupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihatkehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Sayapunya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerjadi perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baikhati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkatakepadaku "Akutidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh diseberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang airmata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Akutidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercintamenutup matanya untuk yang terakhir kalinya.Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasatersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba Kita pikir-pikir.........., sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kitayang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli denganpacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila disamping kita.Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kitasudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi...............
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" dikemudian hari.
Kamis, 27 November 2008
ADAB BERPERGIAN
Memulai dengan mengembalikan kedzaliman, membayar hutang, menyediakan nafkah bagi orang-orang yang berada dalam tanggungannya dan mengembalikan titipan, barang yang dirampas maupun yang dipinjam.
Memilih rekan yang baik
Berpamitan pada keluarga dan teman.
Shalat istikharah dan berangkat pada hari kamis pagi
Tidak bepergian sendirian dan lebih banyak mengadakan perjalanan pada malam hari.
tidak lupa mengucapkan dzikir dan doa. Membawa barang-barangyang dibutuhkan untuk kemasalahatan, seperti siwak, sisir, cermin, dan lain-lain.
Membawa bekal untuk dunia dn akhirat; bekal dunia seperti makanan, minuman, dan barang-barang yang memang dibutuhkan. Sedangkan bekal akhirat adalah ilmu yang dibuthkan seperti takharah, shalat, ibadah,mempelajari rukshah dalam perjalanan, seperti qashar shalat, jama’ shalat, dan tidak berpuasa, membasuh kuffain dan tempo waktunya, tayammum, lengkap dengan syarat-syaratnya.
Mengetahui perubahan waktu dan arah kiblat, yang bisa diketahui dengan melihat bintang, matahari, rembulan, air, gunung, dan bima sakti.
Mengetahui waktu shalat.
Membaca Do’a dan dzikir,
Dzikir mendaki jalan : ”Allahu Akbar”
Dzikir menuruni jalan : ”Subhanallah”
Do’a naik kendaraan : ...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Menjaga aurat dan menundukkan pandangan.
Tidak memakai wewangian bagi kaum perempuan.
semoga Allah SWT memudahkan kita untuk mengamalkannya.
Amin................
Memulai dengan mengembalikan kedzaliman, membayar hutang, menyediakan nafkah bagi orang-orang yang berada dalam tanggungannya dan mengembalikan titipan, barang yang dirampas maupun yang dipinjam.
Memilih rekan yang baik
Berpamitan pada keluarga dan teman.
Shalat istikharah dan berangkat pada hari kamis pagi
Tidak bepergian sendirian dan lebih banyak mengadakan perjalanan pada malam hari.
tidak lupa mengucapkan dzikir dan doa. Membawa barang-barangyang dibutuhkan untuk kemasalahatan, seperti siwak, sisir, cermin, dan lain-lain.
Membawa bekal untuk dunia dn akhirat; bekal dunia seperti makanan, minuman, dan barang-barang yang memang dibutuhkan. Sedangkan bekal akhirat adalah ilmu yang dibuthkan seperti takharah, shalat, ibadah,mempelajari rukshah dalam perjalanan, seperti qashar shalat, jama’ shalat, dan tidak berpuasa, membasuh kuffain dan tempo waktunya, tayammum, lengkap dengan syarat-syaratnya.
Mengetahui perubahan waktu dan arah kiblat, yang bisa diketahui dengan melihat bintang, matahari, rembulan, air, gunung, dan bima sakti.
Mengetahui waktu shalat.
Membaca Do’a dan dzikir,
Dzikir mendaki jalan : ”Allahu Akbar”
Dzikir menuruni jalan : ”Subhanallah”
Do’a naik kendaraan : ...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Menjaga aurat dan menundukkan pandangan.
Tidak memakai wewangian bagi kaum perempuan.
semoga Allah SWT memudahkan kita untuk mengamalkannya.
Amin................
ADAB TIDUR
ADAB ADAB TIDUR
1. Berwudhu
2. Berbalik ke kanan dan meletakkan tangan di bawah pipi
3. Mengibas kain/pekaian tiatas tempat didur sebelum berbaring.
4. Bertaubat kepada Allah dan memperbanyak istighfar. Bertasbih, tahmid, dan hamdalah.
5. Tidak tengkurap
6. Berdoa sebelum tidur
7. Jika bermimpi buruk mengucapkan taawudz, bangun merubah posisi tidur/berpindah, meludah ke arah kiri sebanyak 3x, hendaknya shalat, dan tidak menceritakan isi mimpinya kepada orang lain. Sebaliknya jika bermimpi baik maka hendaknya menceritakan mimipinya kepada orang lain.
8. Hendaknya tidur di awal malam
9. Makruh tidur di atas atap rumah yang terbuka.
10. Dilarang tidur menggunakan selimut berdua dengan sesama jenis.
11. Tidak tidur sebelum benar-benar mengantuk
12. Makruh tidur sebelum shalah isya, dan berbincang-bincang sesudahnya, kecuali untuk talabul ilmi atau hal-hal yang bermanfaat lainnya.
13. Sunnah mengumpulkan kedua tangan (telapak tangan) kemudian meniupkan dan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian mengusapkan ke seluruh tubuh.
14. Sebelum tidur berniat untuk bangun melaksanakan shalat tahajjud dan mengajak keluarga bersama-sama melaksanakannya.
15. Dilarang tidur hanya memakai selimut tanpa berpakaian.
16. Instropeksi diri (muhasabah) sebelum tidur.
17. Menutup pintu, jendela, dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur.
18. tidak membiarkan sesuatu yang hendak diwasiatkannya melainkan wasiatnya itu sudah tertulis dan tersimpan disisinya , karena dalam Ash-Shahihain disebutkan dari hadits ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Tidak ada hak bagi seorang muslim yang mempunyai suatu kekayaan dan hendak diwasiatkannya, melainkan sudah berlalu 2 malam wasiatnya itu sudah tertulis dan disimpan disisnya”.
1. Berwudhu
2. Berbalik ke kanan dan meletakkan tangan di bawah pipi
3. Mengibas kain/pekaian tiatas tempat didur sebelum berbaring.
4. Bertaubat kepada Allah dan memperbanyak istighfar. Bertasbih, tahmid, dan hamdalah.
5. Tidak tengkurap
6. Berdoa sebelum tidur
7. Jika bermimpi buruk mengucapkan taawudz, bangun merubah posisi tidur/berpindah, meludah ke arah kiri sebanyak 3x, hendaknya shalat, dan tidak menceritakan isi mimpinya kepada orang lain. Sebaliknya jika bermimpi baik maka hendaknya menceritakan mimipinya kepada orang lain.
8. Hendaknya tidur di awal malam
9. Makruh tidur di atas atap rumah yang terbuka.
10. Dilarang tidur menggunakan selimut berdua dengan sesama jenis.
11. Tidak tidur sebelum benar-benar mengantuk
12. Makruh tidur sebelum shalah isya, dan berbincang-bincang sesudahnya, kecuali untuk talabul ilmi atau hal-hal yang bermanfaat lainnya.
13. Sunnah mengumpulkan kedua tangan (telapak tangan) kemudian meniupkan dan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian mengusapkan ke seluruh tubuh.
14. Sebelum tidur berniat untuk bangun melaksanakan shalat tahajjud dan mengajak keluarga bersama-sama melaksanakannya.
15. Dilarang tidur hanya memakai selimut tanpa berpakaian.
16. Instropeksi diri (muhasabah) sebelum tidur.
17. Menutup pintu, jendela, dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur.
18. tidak membiarkan sesuatu yang hendak diwasiatkannya melainkan wasiatnya itu sudah tertulis dan tersimpan disisinya , karena dalam Ash-Shahihain disebutkan dari hadits ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Tidak ada hak bagi seorang muslim yang mempunyai suatu kekayaan dan hendak diwasiatkannya, melainkan sudah berlalu 2 malam wasiatnya itu sudah tertulis dan disimpan disisnya”.
Langganan:
Komentar (Atom)